RUMAH SINGGAH PASIEN MAJENE DIRESMIKAN, KABAR KEMBIRA UNTUK MASYARAKAT!

Foto: peresmian secara simbolis oleh Kadis Disdukcail mewakili Bupati Majene.

Kabar gembira untuk masyarakat majene karena kini sudah diresmikan Rumah Singgah Pasien (RSP) majene di kota Makassar. RSP Yang beralamat di Jl. Perdos Unhas blok BG no. 17 tersebut diresmikan hari Juma’t (28/2/2020) oleh perwakilan Pemerintah Daerah dalam hal ini Asri Albar yg saat ini bertugas sebagai Kepala Dinas Pendudukan & Catatan Sipil Kab. Majene.

Rumah singgah pasien berawal dari gagasan teman-teman mahasiswa yang awalnya lahir dari sebuah keresahan melihat masyarakat dari daerah yang seringkali kesulitan mendapatkan tempat tinggal dikota makassar bahkan tidak jarang ada yang harus menyewa kontrakan yang justru memberatkan keluarga pasien. Program Rumah Singgah Pasien Majene adalah proker prioritas dalam kepengurusan IM3I dalam salah tahun dan IM3I berkomitmen untuk meningkatkan fungsi kontrol.
Untuk memaksimalkan program RSP ini IM3I (Ikatan Mahasiswa Mandar Majene Indonesia) juga membentuk BK (Badan Khusus) Rumah Singgah pasien sebagai satu badan yg khusus mengatur dan bertanggung jawab atas pelaksanaan, administrasi serta perwatan aset. BK RSP juga dibentuk berdasarkan mekanisme dalam organisasi.

Dalam sambutannya pak asri albar mengatakan bahwa pemerintah Kab. Majene mengapresiasi gagasan dan ide RSP ini, bahwa selanjutnya pemerintah berkomitmen akan menidak lanjuti masukan mahasiswa agar nantinya akan ada rumah singgah pasien yang permanen namun kami belum bisa menjelaskan bagaimana mekanisme kedepannya tapi tentu kita akan merumuskan dengan OPD terkait, harapan mahasiswa kami akan sampaikan kepada bapak bupati sebagai penentu kebijakan agar kedepan majene memiliki rumah singgah pasien majene permanen yang akan dikelola oleh Pemda dan menjadi aset pemerintah daerah.

Rumah Singgah Kab. Majene juga tidak terlepas dari atensi Wakil Ketua II DPRD yang mendorong program ini sehingga dapat terrealisasikan dalam bentuk dana hibah APBD 2020 yg sebelumnya sudah mendiskusikan rencana ini dengan Pemda Majene.

“Kini rumah singgah sudah bisa dinikmati masyarakat majene tentu dukungan semua pihak agar RSP ini bisa optimal selama satu tahun. Masyarakat bisa menghubungi kontak IM3I untuk mendapatkan informasi lebih lanjut” pungkas Muh Saddat (ketum IM3I).

Rumah Singgah Pasien Majene bersumber dari dana Hibah APBD 2020 yg selanjutnya penggunnanya akan dipertanggung jawabkan pertriwulan. Pertanggung jawaban bukan hanya berupa penggunaan atau belanja namun IM3I akan melaporkan data jumlah pasien sehingga ada klaim data yang lebih pasti.

“kami berharap dukungan semua pihak untuk mengoptimalkan program ini dan kami terbuka kepada teman-teman mahasiswa yang ingin bergabung bersama IM3I menjadi relawan pendampingan pasien” pungkas ketua Badan Khusus RSP Muzammil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *