Terbukti Politik Praktis : Pejabat dan salah satu anggota penuh IM3I di Pecat

Pelepasan Atribut Lembaga (Jumat 30 Oktober 2020, Sekretariat IM3I)

Sebagai bentuk ketegasan dan keseriusan terhadap surat himbauan yang telah dikeluarkan beberapa minggu lalu tentang pelarangan anggota penuh Ikatan Mahasiswa Mandar Majene Indonesia (IM3I) untuk ikut dalam politik praktis, dua anggota IM3I dikeluarkan dari keanggotaan karena terbukti melakukan politik praktis.

Menurut salah satu badan permusyarawatan organisasi (BPO) IM3I Andi Dwi Sasmianto, dikeluarkannya dua anggota tersebut yang masing – masing RH wakil ketua umum dan AF anggota penuh IM3I sudah sesuai dengan jalur mekanisme lembaga dan hal itu terbukti melanggar.

“Jadi sesuai dengan jalur mekanisme lembaga yang ada dan menghasilkan  sidang pengadilan yang dilaksanakan BPO IM3I dan hasilnya menyatakan bahwa yang tersebut diatas diberhentikan masa jabatannya sekaligus dicabut masa keanggotaannya sebagai anggota penuh, mengacu pada syarat pemberhentian anggota sebagaimana yang tertuang dalam konstitusi IM3I pasal 13 poin 4, 5 dan 8,” ujarnya, Sabtu (31/10).

Dwi menjelaskan, dikeluarkannya kedua anggota tersebut karena terbukti ikut serta dalam mengkampanyekan salah satu paslon kepala daerah Kabupaten Majene pada Pemilihan Kepala Daerah 2020. Dan dari hal itu perlu adanya tindak penegasan dari lembaga sebagaiamana tercantum dalam aturan, pasal 5 yang berbunyi IM3I bersifat independen.

Seperti diketahui bahwa jauh hari sebelumnya IM3I telah mengeluarkan surat himbauan No : 016/PP-IM3I/X/2020 menyikapi Pilkada 2020 yang melarang keras anggotanya untuk ikut berpolitik praktis.

Beberapa poin penting dalam surat himbauan tersebut.

1. Anggota penuh IM3I dilarang untuk melibatkan diri pada proses kampanye Pilkada serentak 2020.

2. Anggota penuh IM3I dilarang membuat keputusan atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon selama masa Pilkada serentak 2020.

3. Anggota penuh IM3I dilarang untuk mengadakan kegiatan yang mengarah kepada keberpihakan terhadap pasangan calon sebelum, selama dan sesudah masa kampanye Pilkada serentak 2020. Sebagaimana tertuang dalam surat himbauaan Pengurus Pusat IM3I.

Dwi berharap  agar tidak adalagi angota penuh IM3I yang ikut dalam politik praktis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *