Kasus Klise Hilangnya Nelayan Majene, Pemda Kerja Apa?

Ilustrasi Nelayan
Sumber : IDN Times

Masyarakat mayoritas nelayan di daerah kabupaten Majene yang sangat mengkhawatirkan dan kurang diperhatikan. Dapat menewaskan nelayan disetiap tahunnya.

Berdasarkan informasi yang telah beredar bahwa pada tahun 2021 dan pada tahun-tahun sebelumnya terdapat banyak laporan kejadian mengenai warga nelayan Majene yang hilang pada saat melaut dan bahkan ada beberapa nelayan yang tidak di temukan sampai saat ini. Hal ini diakibatkan oleh bencana alam( klimatologi) dan kurangnya fasilitas keamanan bagi nelayan.

Menurut data laporan kasus nelayan hilang kabupaten Majene tahun 2021:

  1.  Dua nelayan asal Somba, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene, Sulbar, ditemukan selamat oleh penumpang Kapal Tanjung Manis rute Kalimantan Timur – Parepare, Selasa (16/11/2021).
  2. Sebanyak dua nelayan asal Majene, Sulawesi Barat, yang hilang di laut selama enam hari akhirnya ditemukan. Kepulangan keduanya disambut isak tangis keluarga. Jumat (27/8/2021).
  3. Seorang nelayan kabupaten Majene Provinsi Sulawesi Barat, yang sebelumnya di laporkan hilang saat melaut, berhasil di temukan di wilayah perairan Makassar Sulawesi Selatan, Selasa (27/4/2021)
  4. Muhammad Idris R (70) nelayan asal Tub, Kabupaten Majene, Sulbar, yang dikabarkan hilang sejak Sabtu (4/9/2021) akhirnya ditemukan.
  5. Nelayan asal lingkungan Rangas Pa’besoang Kelurahan Rangas Kecamatan Banggae Kabupaten Majene, kabarkan hilang saat melaut di sekitar perairan Kabupaten Majene, Jumat (6/8/2021).

Sementara itu, kasus nelayan hilang 5 tahun terakhir tepatnya pada 2016 sampai 2018 terdapat 18 kejadian yang mengakibatkan 2 orang meninggal dunia dan 8 orang tidak ditemukan. Jenis perahu yang digunakan yaitu katinting atau perahu kecil yang berbahan dasar kayu, menggunakan mesin kecil dan kadang ada yang pakai layar. Kejadian ini kerap kali terjadi pada musim timur yang terdapat 14 kejadian dan pada musim barat terdapat 4 kejadian. (hasil pengolahan data dari www.mandarnews.com dengan kata kunci “nelayan hilang”)

Namun ditengah melonjaknya kasus nelayan yang hilang dari tahun ke tahun. Sampai saat ini belum ada upaya dan tindakan yang nyata dari pihak terkait dalam menangani atau meminimalisir kasus nelayan hilang ini. Tidak dapat di pungkiri bahwa kejadian ini akan terulang lagi di tahun-tahun yang akan datang.

Sementara itu, dalam pasal 1 ayat 6 Peraturan Daerah Kabupaten Majene No.21 tahun 2015 tentang perlindunagan dan pemberdayan nelayan. Di dalam peraturan ini ditetapkan bahwa perlindungan adalah upaya yang dilakukan oleh pemerintah dan swasta dalam rangka memberikan rasa aman bagi nelayan dan pembudidaya ikan dalam melakukan aktivitasnya, terutama dalam menghadapi permasalahan tidak dapat melakukan usahanya karena bencana alam atau bencana non alam.

Dalam hal ini kebijakan perintah seringkali ambigu. Di satu sisi telah menetapkan sebuah aturan namun di sisi lain mereka tidak memiliki upaya yang lebih dalam menangani atau meminimalisir hal tersebut. Sementara itu di setiap tahunnya kita harus menghadapi hal yang sama soal hilangnya nelayan kita, dan mereka (pemda) punya tanggung jawab untuk itu.

Selain itu, kurangnya pengetahuan masyarakat nelayan mengenai aturan (perda) dan proses aktualisasi pemerintah dalam keamanan nelayan yang membuat masyarakat tidak mengetahui dan memahami standar keamanan nelayan itu sendiri. Bahwa pemerintah dalam hal ini lalai dalam kinerjanya.

Sampai kapan hal ini akan terus terjadi ?, di satu sisi mereka (pemda) menerima fasilitas yang layak dan aman dari masyarakat namun di sisi lain nelayan kita yang menderita karena kurangnya perlindungan dan fasilitas keamanan bagi mereka. Selain itu jika hal tersebut terus kita abaikan maka kejadian ini akan menimbulkan potensi kasus nelayan hilang yang lebih tinggi lagi dari perkembangan kasus saat ini.

Penulis : Muh. Akbar

Referensi

https://www.msn.com/id-id/berita/other/kronologi-dua-nelayan-hilang-majene-ditemukan-selamat-oleh-penumpang-kapal-tanjung-manis/ar-AAQKOBu

https://regional.kompas.com/read/2021/09/03/120037278/6-hari-hilang-di-laut-kepulangan-2-nelayan-disambut-isak-tangis-keluarga

https://makassar.antaranews.com/berita/257942/nelayan-hilang-di-majene-ditemukan-di-perairan-makassar

https://sulbar.tribunnews.com/2021/09/08/nelayan-hilang-di-tubo-majene-ditemukan-selamat-di-galesong-utara-takalar-susel

https://maleosulbar.com/index.php/2021/08/06/nelayan-di-rangas-majene-dikabarkan-hilang/

Satu tanggapan untuk “Kasus Klise Hilangnya Nelayan Majene, Pemda Kerja Apa?

  • November 30, 2021 pada 8:50 am
    Permalink

    Salahsatu Faktor penyebab hilangya nelayan kita di laut:
    1.Kurangnya kesadaran sebagian besar nelayan khusus di daerah Majene terhadap alat keselamatan seperti memakai jaket penolong (Life jackets)
    2.Pihak pemerintah dalam hal ini dinas terkait yg seharusnya sering turun ke lapangan (nelayan) untuk memberikan pengarahan hingga pelatihan tentang pentingnya peralatan keselamatan yg wajib digunakan para nelayan.
    3.Kurangnya pengetahuan nelayan itu sendiri membaca cuaca.
    4.Faktor ekonomi ( seringkali terjadi di nelayan kita dimana cuaca sdh mulai memburuk tapi masih memapaksakan diri untuk bertahan melaut.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *