TERM OF REFERENCE PENCERAHAN INTELEKTUAL TINGKAT DASAR (PITD) PENGURUS PUSAT

Pamflet Open Recruitment (PITD Pengurus Pusat)
  • DASAR PEMIKIRAN

Era globalisasi menawarkan kebebasan dan liberalisasi disemua sektor kehidupan, baik ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya maupun pertahanan keamanan. Kebebasan yang ditawarkan oleh globalisasi sejatinya harus dimaknai oleh actor negara maupun non-actor negara sebagai sebuah jembatan dalam akselerasi kemajuan peradaban, kesejahteraan masyarakat maupun peninggkatan martabat bangsa yang lebih maju dan kuat serta memiliki nilai lebih dalam tatanan pergaulan politik internasional. Karena Globalisasi dapat menarik negara-negara ke dalam dunia yang kompetitif. Sebuah perjalanan menuju kolaborasi baru dan kesatuan, telah mengubah dunia menjadi desa global.

Di era genjarnya revolusi industri 4.0 yang kian hari kian bertumbuh pesat diiringi dengan proses globalisasi yang telah memanjakan setiap individu oleh segala bentuk kemajuan khususnya dibidang teknologi. Kemajuan teknologi inilah yang digadang-gadang akan menjadi titik ukur kemajuan suatu bangsa terhadap bangsa lain. Di era revolusi industri saat ini kita mengetahui bahwa perspektif masyarakat khususnya pemuda akan suatu kemajuan bisa dikatakan kebanyakan terpaku atau terdikte oleh kemajuan tersebut yang membuat kaum pemuda cenderung pasif akan kepekaan sosial yang berada disekelilingnya. Konsep dasar sebenarnya dari globalisasi ialah bagaimana suatu masyarakat bisa masuk ke ruang lingkup dunia dalam artian masyarakat bisa membaca atau merefleksi diri akan segala hal baik yang berskala global, nasional maupun lokal.

 Salah satu permasalahannya muncul khususnya kaum pemuda yang teralienasi oleh kemajuan atau arus globalisasi apalagi di masa pandemi covid 19 seperti ini. Terealienasinya dimana? Terealienasinya bahwa di era destruktif (ketimpangan) globalisasi kaum pemuda cenderung lebih asyik bermain sosial media, game dan lain sebagainya. Kecanduan  sosial media dan game online merupakan fenomena yang meningkat selama Pandemic Covid-19 dan hal itu membuat mereka jauh dari kehidupan sosial secara langsung, bahkan ada yang sampai menjadikan teknologi atau lebih tepatnya media sosial itu sebagai pengganti keluarga, orangtua dan teman..  Berdasarkan survei UNICEF pada awal Juni terhadap 4.016 responden dari 34 provinsi dengan rentang usia 14-24 tahun, 69% merasa bosan belajar dari rumah (BDR). Selama BDR, responden mengalami dua tantangan utama, yakni 35% kesulitan akses internet dan 38% kurang bimbingan guru. Kemudian, 62% membutuhkan dukungan kuota internet dan 26% membutuhkan dukungan guru. Sementara itu, 87% responden ingin segera kembali ke satuan pendidikan dengan berbagai alasan. Di antaranya, senang metode belajar tatap muka 61%, rindu teman 51% dan bosan di rumah 48%. Sedangkan 59% responden mengaku belum ingin kembali ke satuan pendidikan karena khawatir terpapar covid-19. Sekitar 12% tidak memiliki biaya dan 1% takut perundungan. Berdasarkan data tersebut dapat menghasilkan asumsi yang kuat bahwa dinamika kualitas pendidikan di Indonesia mengalami penurunan dan ini merupakan ancaman yang serius bagi Indonesia, karena pemuda (pelajar dan mahasiswa) yang digalang sebagai calon pelanjut estafet pembangunan di Indonesia kekurangan bekal akademik untuk memberikan konstribusi pada Indonesia kedepannya.

Panduan hidup Bangsa Indonesia yaitu nilai-nilai pokok Pancasila harus ditanamkan dalam diri masyarakat Indonesia terkhusus untuk bagi kalangan anak-anak, remaja, dan dewasa sebagai pembekalan upaya filtering terhadap segala informasi dan budaya yang sesuai dengan integritas kepribadian sebagai warga negara Indonesia. Sedangkan tujuan Negara Republik Indonesia dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 pada alinea ke-4 salah satunya adalah Mencerdaskan Kehidupan Bangsa. Maka hal ini merupakan kewajiban bagi setiap individu dalam menuntut ilmu salah satunya melalui jenjang pendidikan.

            Banyak problematika yang terjadi tetapi kebanyakan kaum pemuda cenderung pasif akan isu-isu yang ada dinegeri ini. Diskusi, baca buku, bernalar kritis mulai sirna dihantam badai destruktif globalisasi yang disalah gunakan sebagai bahan penunjang kekritisan setiap individu yang ada.  Maka dari itu, untuk menjawab segala tantangan yang dialami pada kontemporasi zaman saat ini, agar kepribadian sebagai bangsa Indonesia tidak tergerus oleh pengaruh globalisasi adalah dengan memberikan pembekalan kepada pemuda akan pentingnya nilai-nilai keilmuan, dan kebudayaan sebagai bekal di masa yang akan datang serta menjunjung tinggi integritas kepribadian warga negara Indonesia berdasarkan nilai-nilai Pancasila.

 Berdasarkan fungsi sebuah organisasi sebagai wadah dalam menjalankan kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat, organisasi kemasyarakatan berpartisipasi dalam pembangunan untuk mewujudkan tujuan nasional dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Maka IM3I mengambil porsi untuk turut berbakti kepada bangsa dan negara berdasarkan tujuan IM3I sebagai kelembagaan yang menciptakan kesatuan dan kebersamaan sesama mahasiswa untuk mewujudkan intelektual muda yang aktif, kreatif dan inovatif yang menjunjung tinggi rasa tanggung jawab, moralitas, keadilan serta berwawasan global dan berorientasi masa depan.

      Tujuan dari pengkaderan adalah menyediakan atau mempersiapkan sumber daya manusia  untuk menjalan roda organisasi. Kepengurusan organisasi setiap tahun akan berganti menuju generasi selanjutnya. Untuk melanjutkan estafet kepengurusan di perlukan pembekalan agar kader selanjutnya mampu menjaga nilai-nilai dasar lembaga serta mampu menjalankan lembaga lebih baik lagi. 

        Dengan demikian, Kegiatan Pencerahan Intelektual Tingkat Dasar yang disingkat PITD dilaksanakan sebagai wadah pembekalan dan pengembangan potensi intelektual kader untuk menyadari realitas sosial dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara. Mahasiswa yang tergabung dipersiapkan untuk menghadapi segala dinamika persoalan dan mampu berkonstribusi memberikan solusi ilmiah demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

  • TEMA PROGRAM

Program Pencerahan Intelektual Tingkat Dasar (PITD) ini mengangkat tema : Membentuk Generasi Intelektual, Progresif dan Kolektif Di Era Destruktif Globalisasi

  • KEGIATAN

Program PITD merupakan rangkaian dari beberapa kegiatan secara berkesinambungan, berupa:

  1. Pembuatan konsep dan monitoring persiapan teknis
  2. Pendaftaran Peserta PITD 2021
  3. Technical Meeting PITD
  4. Pelaksanaan PITD
  • SYARAT DAN KETENTUAN PENDAFTARAN
  1. Mengisi formulir pendaftaran yang disediakan oleh panitia pelaksana PITD
  2. Mengisi surat izin orang tua yang disedikan oleh panitia pelaksana PITD
  3. Mematuhi Protokol Kesehatan.

 

  • DIMENSI MATERI
  1. Keilmuan (Landasan Kerangka Berfikir Ilmiah)
  2. Kemahasiswaan (Mahasiswa dan Tanggung Jawab Sosial)
  3. Kepemimpinan dan Keorganisasian (Kepemimpinan dan Manajemen Organisasi)
  4. Kebudayaan (Paradigma Pancasila dalam Prespektif Kemandaran )
  5. Ke-IM3I-an (IM3I dalam Semboyan “Yakinkan Semangat Itu Masih Ada”)
  6. Bedah Film (Captain Fantastic)
  •  JADWAL PELAKSANAAN

Pendaftaran                       : 19 Oktober – 18 November 2021

 (di formulir online yang disediakan panitia)

Technical Meeting             : 16 November 2021

                                                 (Sekretariat IM3I)

Pelaksanaan                      : Jumat – Minggu, 19 – 21 November 2021

                                                 ( Kel. Lakkang, Kec. Tallo Kota Makassar)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *